Ulat Sagu, Kuliner Ekstrim Kaya Gizi Dari Papua

338
Ulat Sagu, kuliner ekstrim kaya gizi dari Papua

HarianPapua.com – Di Papua selain terkenal dengan Papeda dan beberapa makanan laut sebagai kuliner khas, ada satu lagi kuliner unik yang bisa jadi menantang adrenalin untuk mencobanya.

Makanan yang satu ini selain tidak lazim dikonsumsi, bisa dibilang cukup ‘ekstrim’ bagi kalian yang sekedar ingin mengetahui rasanya.

Bagi sebagian orang awam, ulat sagu tentu saja sangat menjijikan dan terlihat aneh jika dijadikan sebagai makanan.

Namun tenang, ulat yang satu ini bisa juga untuk dikonsumsi karena memiliki khasiat yang baik untuk tubuh manusia dengan beberapa kandungan gizinya.

Ulat ini hanya bisa ditemukan pada batang pohon sagu yang sudah ditebang. Atau dengan kata lain, jangan harap kalian dapat menemukannya pada pohon sagu yang masih berdiri tegak (belum ditebang).

Biasanya pada pohon sagu yang telah ditebang dan diambil sagunya, batang pohon sagu akan dibiarkan begitu saja selama beberapa hari hingga membusuk.

Dari situlah akan bermunculan ulat-ulat yang dinamakan ulat sagu.

Untuk cara penyajiannya sendiri, ulat sagu oleh masyarakat asli Papua biasa dicampur ke dalam masakan seperti tumisan sayur atau langsung digoreng untuk dihidangkan dengan sambal. Beberapa orang ada yang cukup dengan merebusnya saja.

Tapi ada juga yang membuatnya terlihat sangat ekstrim, seperti judul tulisan ini, karena ulat sagu langsung disantap mentah-mentah. (hmm jangan membayangkan ulatnya ya).

Soal rasa ulat sagu bisa dibilang relatif, tapi bagi yang sering memakannya selalu sejutu untuk mengatakan enak.

Terasa gurih di lidah karena didukung teksturnya yang lunak, juga sedikit asin. Di beberapa kesempatan ulat ini bisa disajikan dengan dibuat sate.

Manfaat Ulat Sagu

Di setiap 100 gram ulat sagu, telah diteliti memiliki kandungan sekitar 9,34 persen protein. Angka ini jauh lebih tinggi dari protein telur ayam. Ulat sagu juga bebas dari kolestrol sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Beberapa kandungan lain ulat sagu yang diambil dari tabel gizi, tedapat kandungan asam amino esensial, seperti asam aspartat (1,84%), asam glutamat (2,72%), tirosin (1,87%), lisin (1,97%), dan methionin (1,07%).

Selain itu, konon ulat sagu juga dipercaya dapat menjaga stamina tubuh tetap tinggi dalam melakukan rutinitas sehari-hari.

Bagi kalian yang suka kuliner atau tidak takut untuk mencoba hal-hal baru, ulat sagu cukup mudah ditemukan karena banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Berani mencoba?