TNI Mengaku Gunakan Granat Tangan Asap di Nduga

730
Ilustrasi Raider TNI

HarianPapua.com – Setelah sebelumnya diberitakan oleh media internasional terkait adanya unsur penggunaan Bom Fosfor Putih oleh anggota TNI dalam mengejar anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, akhirnya pejabat TNI kembali buka suara.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi mengakui bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan bom di Kabupaten Nduga seperti berita yang telah menyebar luas di dunia maya.

“Saya ingin menjelaskan bahwa yang digunakan itu bukan bom, tapi granat tangan asap” terang Kapendam.

Oleh karena itu pihaknya meminta agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan berita yang menyebar luas dengan cepat tanpa mengecek terlebih dahulu status kebenarannya.

“Bahkan informasi itu ikut disebarkan oleh oknum warga dan pejabat di Papua tanpa mengecek kembali keabsahan berita yang diterima. Maka pada kesempatan ini ingin kami sampaikan bahwa TNI tidak gunakan bom fosfor seperti diberitakan” terang Kapendam.

Militer Indonesia sendiri diberitakan sebelumnya menggunakan bom fosfor putih untuk mengejar para anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga sebagai tersangka utama pembataian para pekerja PT Istaka Karya beberapa waktu lalu.

Sumber: Antara