TNI Gelar Operasi Psikologis dan Teritorial di Papua

137
Indonesian Military personnel prepare to board a helicopter in Wamena in Papua on Wednesday to retrieve the bodies of construction workers killed in Nduga. The soldiers hunted for rebels suspected of killing 19 workers and one soldier in the restive province of Papua. (AFP/Anyong)

HarianPapua.com – Pasukan TNI berencana menggelar Operasi Psikologis dan Teritorial di wilayah pegunungan Papua untuk mengatasi anggapan masyarakat Papua khususnya di daerah pegunungan yang selama ini dikenal anti pasukan TNI.

Hal ini dikatakan langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (31/2/2019) yang menerangkan bahwa operasi tersebut untuk mengurangi operasi tempur sehingga mengurangi banyaknya korban baik dari kubu TNI maupun masyarakat ataupun kelompok separatis lainnya.

“Oleh Karena itu cara yang mungkin adalah pendekatan ke masyarakat dan menyadarkan apa keinginan mereka akan kita wadahi dan penuhi, asal jangan berkeinginan berpisah dari NKRI,” kata Hadi dalam keterangan tertulis, Kamis (31/1/2019).

Hal itu Hadi sampaikan didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna usai menutup Rapim TNI Tahun 2019 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Dia mengatakan mungkin keinginan mereka, yaitu penyerapan tenaga kerja untuk pembangunan Trans Papua akan kita penuhi dan akan dibicarakan dengan kepala suku di sana.

“Kami sudah bekerja sama dengan PUPR dan BUMN untuk bisa mewadahi keinginan mereka,” ujar Hadi.

Seperti diketahui, pada 1 dan 2 Desember 2018, sebanyak 28 pekerja jalan TransPapua dari PT Istaka Karya menjadi korban kekerasan dari kebiadan KKB pimpinan Egianus Kogoya bersama puluhan anak buahnya.

Akibat kekerasan itu, kata dia, masyarakat Nduga menjadi trauma oleh kejahatan KKB, sementara TNI dan Polri sedang melaksanakan tugas negara, melindungi rakyat agar tidak terjadi aksi kekerasan.