Tidak Ada Lagi Penggunaan Plastik di Kota Jayapura

135
Ilustrasi hasil belanjaan dibawa dengan kantong plastik

HarianPapua.com – Terhitung mulai tanggal 1 Februari 2019, masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya dihimabu untuk membawa sendiri kantong yang akan digunakan untuk berbelanja di pusat-pusat grosir di Kota Jayapura.

Hal ini dikarenakan terhitung tanggal 1 Februari 2019 seluruh pusat penjualan tidak diperbolehkan lagi menggunakan platik sebagai wadah untuk mengisi hasil belanjaan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan kota Jayapura, Ketty Kelola, mengatakan peningkatan aktivitas kebutuhan masyarakat berupa penumpukan sampah plastik, perlu ditindaklanjuti dalam pengelolaan yang cepat, tepat, dan ramah lingkungan.

“Sampah plastik benda yang susah terurai dalam jangka waktu jutaan tahun dan dapat mengakibatkan pencemaran tanah dan air, serta laut kita,” ucapnya, Rabu (30/1).

Sementara itu Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, meminta warganya untuk membawa noken-tas asli Papua jika ingin berbelanja.

“Warga juga bisa membawa keranjang atau kantong belanja lainnya yang bukan terbuat dari plastik jika ingin berbelanja,” kata Benhur.

Benhur menambahkan sebenarnya penerapan larangan penggunaan kantong plastik sebenarnya telah dimulai pada 2017 dengan menerapkan penggunaan kantong plastik berbayar maupun kantong plastik yang ramah lingkungan di semua pusat perbelanjaan di Kota Jayapura.

“Sanksi yang kami terapkan jika toko, pusat perbelanjaan melanggar aturan ini, maka izin usahanya dicabut,” katanya.

Salah satu pimpinan pusat perbelanjaan di Abepura, Haris, berharap ada sosialisasi dari Pemkot Jayapura terkait hal tersebut.

“Kami tidak langsung menghilangkan kantong plastik, untuk berjaga-jaga jika ada pembeli yang tak membawa kantong di saat belanja,” tambah Benhur.

Haris mengaku telah menyediakan tas kantong ramah lingkungan sejak dua tahun lalu, namun hanya sedikit warga yang berminat menggunakan tas ramah lingkungan ini.