SLA Doyo Baru, Dimana Kerohanian dan Pendidikan Tak Pernah Terpisahkan

196
Sekolah Lanjutan Advent Doyo Bar yang terletak di Distrik Waibu (Foto: Harold Oijaitou)

HarianPapua.com – Namanya Sekolah Lanjutan Advent (SLA) Doyo Baru atau lebih sering dikenal dengan singkatan SLADOR oleh masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Terletak di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berdiri di bawah payung Yayasan Pendidikan Advent sejak tahun 1957 itu merupakan sebuah ladang tempat dimana kegiatan kerohaniawan tumbuh bersama tak dan tak terpisahkan dengan kegiatan kemasyarakatan untuk waktu yang cukup lama.

Benar, dengan mengusung Visi ‘Berkarakter Seperti Yesus, Berprestasi dalam Ilmu Pengetahun dan Teknologi serta Mandiri’ SLA Doyo Baru bekerja dalam diam untuk menghasilkan manusia yang dapat diandalkan dalam pelayanan terhadap sesama dan membawa lebih banyak jiwa untuk hidup dan berkarakter seperti Visi diatas.

Bagaikan aliran sungai yang diam dan menghanyutkan, SLA Doyo Baru telah melahirkan sejumlah nama-nama besar dalam perjalanannya. Sebut saja penyanyi Edo Kondologit dan Barnabas Suebu (Mantan Gubernur Papua) yang pernah mengecap dinginnya air yang mengalir dari tingginya Gunung Cyclop untuk menjadi orang-orang hebat di Bumi Nusantara.

Terbaru, ada nama Bob Kaway dan Tithus Lamek Yewi yang membawa sorotan dunia untuk melihat lebih dalam kualitas SLA Doyo Baru sebagai

sekolah yang menjanjikan dan patut diandalkan setelah kolaborasi keduanya dalam eksperimen ilmiah padi dan tempe sukses melewati tes penerbangan sehingga percobaan keduanya layak dibawa ke luar angkasa.

Outsider dan Insider

Sekolah Lanjutan Advent (SLA) Doyo Baru mengadopsi pendidikan berasrama untuk lebih membentuk karakter kerohanian para pelajarnya.

Bagi para siswa/i yang rumahnya berada di pusat kota atau memiliki jarak yang cukup jauh untuk ditempuh, mereka disarankan untuk tinggal di Asrama dan akan diijinkan pulang setiap akhir pekan (tepatnya hari Jumat) dan akan kembali lagi ke asrama paling lambat hari Minggu sore.

Untuk siswa/i yang rumahnya tak jauh dari lingkungan sekolah diberikan kebebasan untuk tinggal bersama para orang tua mereka.

Selain itu, SLA Doyo Baru hanya memiliki lima hari yang akan digunakan untuk aktifitas belajar mengajar yaitu Senin sampai Jumat sementara Sabtu (Hari Sabat) dan Minggu diliburkan.

Usia yang Tak Muda Lagi

Pada tanggal 1 Desember 2018 SLA Doyo Baru saja merayakan HUT ke-61 sejak institusi itu berdiri pada tahun 1957 silam.

Banyak hal yang telah dilalui untuk menjadi sekolah yang mampu menyeimbangkan sisi kerohanian dan pendidikan para pelajarnya untuk waktu yang begitu lama.