Sespri Gubernur Tak Hadiri Panggilan Polda Metro Jaya

155
Gedung Polda Metro Jaya

HarianPapua.com – Dijadwalkan untuk memenuhi panggilan pemeriksaan dari Kepolisian Daerah Metro Jaya, Sekretaris Pribadi (Sespri) Gubernur Lukas Enembe lewat kuasa hukum Pemprov Papua menyatakan tidak bisa hadir dengan alasan sementara mendampingi Gubernur.

Sebaliknya, Kuasa Hukum Pemprov Papua yang diwakili Stefanus Roy Rening tersebut meminta kepada Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan para saksi di Jayapura dengan alasan bahwa semua saksi yang ditetapkan oleh Polda Metro Jaya merupakan para pejabat yang sibuk.

“Kami menyampaikan ke penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum bahwa karena sesuatu hal, Sespri Gubernur Papua tidak bisa hadir penuhi panggilan penyidik hari ini, karena beliau harus mendampingi Gubernur yang baru tiba dari Surabaya,” kata Stefanus Roy Rening.

Roy Rening juga mengatakan bahwa Sespri Gubernur tersebut tidak bisa hadir untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kami meminta pemeriksaan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.

“Karena saksi dari kami ini bukan satu, tapi ada 20 orang, maka kami meminta penyidik mempertimbangkan agar pemeriksaan saksi yang semuanya pejabat Pemprov Papua ini dilakukan di Jayapura,” ungkap Stefanus Roy Rening.

Ketiga saksi yang sudah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya dalam kasus penganiayaan terhadap dua anggota KPK di Hotel Borobudur, Jakarta, SAbtu (2/2/2019) diantaranya adalah Sespri Gubernur Lukas Enembe, Sekretaris DPRD Papua dan Sekda Provinsi Papua Hery Dosinaen.

“Oleh karena itu kami mengusulkan pemeriksaan dilakukan penyidik di Jayapura, tapi belum dijawab karena penyidik masih berkoordinasi dengan pimpinan,” katanya.