Sekda Provinsi Papua Tak Hadiri Panggilan Pemeriksaan

132
Gedung Polda Metro Jaya

HarianPapua.com – Salah satu saksi dugaan kasus penganiayaan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosinaen, menolak untuk menghadiri pemeriksaan Polda Metro Jaya dengan alasan bekerja.

Melalui kuasa hukum Pemprov Papua, Hery meminta agar pemeriksaan ditunda hingga satu minggu kedepan.

“Saya baru saja menyerahkan surat permohonan penundaan pemeriksaan saksi untuk bapak Sekretaris Daerah Provinsi Papua Bapak Hery, sehubungan dengan aktivitas beliau sebagai sekretaris daerah mendampingi pak gubernur di Jayapura tidak bisa datang untuk besok. Kita mengusulkan agar ditunda satu minggu,” jelas pengacara Hery, Stefanus Roy Rening, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Roy berdalih bahawa pemeriksaan harus dilakukan di Polda Papua untuk mendapatkan hasil yang lebih efisien.

“Prinsipnya bahwa Pemerintah Provinsi Papua mendukung penyidikan ini agar segera terungkap motif di balik peristiwa ini. Motifnya adalah OTT yang gagal yang mengakibatkan terjadi peristiwa seperti yang dilaporkan itu (dugaan penganiayaan, red),” terang pengacara Pemprov Papua, Stefanus Roy Rening, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

“Kita berharap bahwa Polda dalam rangka efektifitas dan efisiensi pemerintahan yang berjalan di Provinsi Papua, kita berharap agar Direskrimum Polda Metro Jaya bisa menyetujui permohonan kita ini agar segera terungkap persoalan-persoalan yang menjadi peristiwa yang dianggap ada dugaan tindak pidana,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan dua anggota KPK menjadi korban penganiayaan oknum anggota DPRD dan Pemprov Papua di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2/2019).

Keduanya menjadi korban penganiayaan ketika melakukan tugas investigasi kasus tindak pidana korupsi yang menyebutkan nama Gubernur Papua, Lukas Enembe di dalamnya.