Petisi Papua Merdeka Hanyalah Sebuah Lelucon

155
Ilustrasi bendera bintang kejora

HarianPapua.com – Pemerintah Republik Indonesia menanggapi santai tentang beredarnya informasi mengenai penyerahan jutaan petisi kepada Kepala HAM PBB,, Michelle Bachelet, oleh buronan Indonesia yang kabur ke luar negeri Benny Wenda.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menegaskan bahwa Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pasti akan menghormati kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sehingga, ia pun tak mempersoalkan adanya penyerahan petisi yang diklaim berisi 1,8 juta tanda tangan sebagai tuntutan referendum kemerdekaan Papua kepada Kepala HAM PBB Michelle Bachelet. Petisi itu dibuat oleh kelompok separatis di provinsi Papua Barat, Indonesia.

“PBB pasti menghormati kedaulatan Indonesia,” kata Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Lanjut mantan Panglima TNI itu kembali menegaskan bahwa 1,8 juta tandatangan petisi tuntutan referendum kemerdekaan Papua tidak akan berarti apa-apa lantaran Indonesia merupakan negara yang berdaulat.

“Tidak,” kata Moeldoko.

Seperti diketahui, Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda mengatakan, kepada Reuters bahwa petisi sudah diserahkan hari Jumat pekan lalu. Pentolan separatis itu berharap PBB akan mengirim misi pencarian fakta ke Provinsi Papua Barat yang dia klaim ada dugaan pelanggaran HAM.

“Hari ini adalah hari bersejarah bagi saya dan rakyat saya,” kata Wenda usai melakukan pertemuan di Jenewa.

“Saya menyerahkan apa yang saya sebut tulang orang-orang Papua Barat, karena begitu banyak orang telah terbunuh,” tambahnya.

Dia mengklaim orang-orang Papua Barat tidak memiliki kebebasan berbicara atau berkumpul, sehinga satu-satunya cara untuk didengar adalah melalui petisi. Menurut petisi diteken oleh hampir tiga perempat dari sekitar 2,5 juta penduduk.

“Beratnya 40 Kg. Ini seperti buku terbesar di dunia,” katanya.

Benny Wenda mengaku telah berbicara dengan Bachelet tentang situasi di wilayah Nduga. Menurutnya, di wilayah itu setidaknya 11 orang telah terbunuh dan lebih banyak lagi yang tewas setelah melarikan diri ke hutan untuk menghindari pasukan Indonesia. Benny bahkan mengklaim sekitar 22.000 orang telah telantar.

Sementara itu, Kapendam 17 Cenderawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi mengatakan tuduhan yang dilontarkan itu tak berdasar.

“Dia tidak dapat menunjukkan bukti dari apa yang telah dia tuduh (Indonesia dan militernya),” kata Muhammad Aidi.

“Ini adalah Gerakan Papua Merdeka yang membunuh warga sipil tak berdosa.” ujarnya menambahkan.