Petisi Papua Merdeka Dinilai Tidak Masuk Akal

132
(foto: Summit)

HarianPapua.com – Pemerintah Indonesia santai dalam menanggapi adanya penyerahan petisi Papua Merdeka oleh buronan pemerintah, Benny Wenda, yang mengklaim telah mendapatkan 1,8 juta suara untuk dapat membebaskan Bumi Cenderawasih dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer Cenderawasih, Muhammad Aidi, meragukan jumlah orang yang diklaim meneken petisi tersebut

Aidi mempertanyakan bahwa penduduk asli Papua mana yang sebenarnya menandatangani petisi tersebut karena jumlah penduduk atau orang asli Papua tidaklah lebih dari 2,5 juta hingga berita ini diturunkan media HarianPapua.com.

“Jumlah itu sangat tidak mendasar. Jumlah penduduk di Papua Barat 2,5 juta. Di Nduga saja 70 persen di antaranya masih hidup seperti di masa prasejarah, bahkan tidak punya data kependudukan. Bagaimana bisa ada 1,8 juta orang tanda tangan?” katanya.

Jikalau benar 1.8 juta suara orang asli Papua telah masuk ke departemen HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, jumlah suara tersebut dinilai patut dipertanyakan karena merupakan hanya merupakan sebuah lelucon belaka.

Sebelumnya diberitakan salah satu buronan kepolisian Indonesia Benny Wenda mengaku telah menyerahkan langsung petisi berisi 1.8 juta suara orang asli Papua yang menyatakan untuk segera berpisah dengan Indonesia atas dasar penjajahan.