Penjelasan Kapolri Tentang Penarikan Pasukan Dari Nduga

2502
Indonesian Military personnel prepare to board a helicopter in Wamena in Papua on Wednesday to retrieve the bodies of construction workers killed in Nduga. The soldiers hunted for rebels suspected of killing 19 workers and one soldier in the restive province of Papua. (AFP/Anyong)

HarianPapua.com – Pernah menjabat sebagai Kapolda Papua sebelum akhirnya menjadi seorang Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian memberi tanggapan tentang permintaan Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menuntut adanya penarikan pasukan dari Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

“Natal yang penting cooling saja, saya kan mantan (Kapolda) di sana,” singkat Tito usai meninjau keamanan misa di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (24/12) malam.

Tito menegaskan, pernyataannya yang terpenting adalah untuk tetap tenang, “Cooling down saja,” kata Tito.

Sebelumnya Gubernur Lukas mengklaim hadirnya personel TNI dan Polri di Nduga kurang tepat dengan waktu perayaan Natal. Dia ingin wilayah Nduga terbebas dari aparat di Hari Natal.

“Sehingga ada baiknya ditarik dari Kabupaten Nduga. Masyarakat mau merayakan Natal. Ini momen Natal, tidak boleh ada TNI dan Polri di sana (Nduga),” ucapnya setelah mengikuti rapat Paripurna V di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) di Kota Jayapura 20 Desember.

Pantauan media ini, situasi Natal berjalan dengan penuh Khitmat di berbagai kabupaten yang berada di Provinsi Papua dan Papua Barat.