Penipuan Benny Wenda Sudah Biasa

190
Menlu Indonesia Retno Marsudi

HarianPapua.com – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengakui dirinya tidak heran dengan aksi-aksi penipuan yang selalu dilakukan separatis dan buronan kepolisian Indonesia, Benny Wenda, yang selalu membodohi masyarakat Papua dengan iming-iming kemerdekaan Papua.

Hal tersebut dikatakan Menlu Retno setelah memberikan nota protes diplomasi kepada Vanuatu, sebuah negara kecil di kepulauan Pasifik yang menggunakan Benny Wenda sebagai bahan propaganda yang jelas-jelas melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Jadi pattern yang dilakukan Benny Wenda itu selalu satu manipulatif dan fake news. Kami sudah jelas dari penjelasan KT HAM sudah sangat jelas visinya terjadi not good intentions, kemudian pertemuan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan yang disampaikan,” kata Retno.

Pekan lalu, Vanuatu menyelundupkan Benny Wenda dalam daftar delegasinya ketika bertemu Komisioner Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss.

Benny menyerahkan petisi referendum kemerdekaan Papua Barat yang diklaim sudah ditandatangani oleh 1,8 juta orang dalam pertemuan pembahasan laporan penegakan HAM tahunan (Universal Periodic Review/UPR) Vanuatu. Retno meyakini KT HAM PBB tidak akan menindaklanjuti hal itu karena dilakukan tidak dengan niatan baik.

“Jadi dia (KT HAM PBB) beranggapan semua negara memiliki good intentions. Kenyataannya, Vanuatu tidak memiliki good intentions dengan memasukkan Benny Wenda di dalam,” katanya.