Penganiaya Anggota KPK Siap Ditahan

254
Ilustrasi aniaya

HarianPapua.com – Aparat kepolisian Polda Metro Jaya mencari pelaku penganiaya dua anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga harus dilarikan ke rumah sakit ketika keduanya sementara bertugas, Sabtu (2/2/2019).

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/2/2019) menjelang tengah malam di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat itu, Pemprov dan DPRD Papua tengah membahas review Kementerian Dalam Negeri terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Papua tahun anggaran 2019.

Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, merujuk laporan masyarakat, dalam rapat tersebut ditengarai adanya indikasi tindak pidana korupsi. Demi memastikan hal itu, KPK pun mengirim pegawainya untuk melakukan pengecekan.

“Saat itu pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah

Baru juga mengajukan beberapa pertanyaan, kata Febri, pegawai KPK mendapat “hadiah” pukulan. Beberapa orang tetap memukul meski pegawai KPK telah menunjukkan identitas.

Tak hanya itu, pelaku penyerangan juga merampas barang-barang korban.

“Dua pegawai KPK yang bertugas mendapat tindakan tak pantas (dipukul) dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh,” ucap Febri.

Kedua anggota KPK yang menjadi korban pemukulan tersebut hingga berita ini diturunkan sementara dirawat di rumah sakit akibat mengalami sobekan di wajah hingga patah hidung.

KPK menganggap serangan terhadap kedua pegawainya ini bukan sekadar kasus penganiayaan, tapi juga serangan terhadap aparat penegak hukum yang tengah melakukan tugas.

Guna memastikan kasus serupa tak terulang lagi, Komisi Antirasuah telah melaporkan perkara ini ke Sentra Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya. Komisi berharap pelaku penyerangan segera diproses.

“Agar hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan, ataupun Polri,” kata Febri.

Meski demikian, Febri masih enggan mengungkap siapa pelaku penganiayaan. Febri hanya menyebut pihaknya sudah menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Tim yang melaporkan kasus ini pun sudah menyampaikan beberapa informasi visual untuk kebutuhan investigasi lebih lanjut.