Mesin Penelusur Bing Hilang di Cina

145
Mesin penelusur Bing

HarianPapua.com – Tensi perang dagang dan teknologi antara Amerika Serikat dan juga Cina kembali memanas setelah pada hari Kamis (24/1/2019) mesin penelusur Bing milik perusahaan teknologi Amerika yang berbasis di Cina, Microsoft, tidak dapat diakses lagi.

Hal ini menimbulkan tingkat stres yang besar diantara para pengguna layanan internet di negara Cina yang terus bertanya-tanya tentang hilangnya mesin penelusur Bing milik Microsoft itu.

Sebagai informasi tambahan, Bing adalah mesin penelusur internet seperti halnya Google, Yahoo, Facebook dan juga Yandex (Rusia) yang tersisa di negeri tirai bambu tersebut.

Perusahaan teknologi milik Amerika bahkan Rusia ditolak secara mentah-mentah di Cina dengan alasan tidak ingin memperhambat daya saing di bidang dagang dan teknologi informasi dalam negeri.

Direktur manajemen dari perusahaan konsultasi Marbridge yang merupakan perusahaan konsultasi terkait masalah media dan teknologi yang berbasis di Cina mengatakan bisa jadi Bing menjadi alat tukar pemerintah Cina untuk pasar dagang di Amerika.

Seperti diketahui sebelumnya, Amerika Serikat mengeluarkan perusahaan teknologi besar milik Cina seperti Huawei dan ZTE Corp. dari pasaran Amerika Serikat yang memicu tensi panas di pasar perdagangan antar kedua negara.