KPK Minta Pemprov Papua Tidak Takut Diperiksa

124
Juru bicara KPK Febri Diansyah

HarianPapua.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua diminta untuk kooperatif terkait penyelesaian kasus dugaan penganiayaan dua anggota Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur, Sabtu (2/2/2019) akhir pekan lalu.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah juga meminta. agar Pemprov Papua tidak mengalihkan kasus dugaan penganiayaan dua pegawainya itu dengan isu lainnya.

“Kami harapkan, pihak-pihak yang dipanggil tidak perlu mengalihkan isu pada isu-isu non hukum. Sebab, apa yang dilakukan penyidik Polda merupakan respons sesuai KUHAP, setelah ada laporan dan ditemukan bukti-bukti awal,” kata Febri, Selasa (12/2/2019).

Febri juga menyesalkan beberapa saksi dari Pemprov Papua yang tidak hadir ketika dipanggil untuk memberikan keterangan terkait insiden tersebut.

Febri juga mempersilakan, jika Pemprov Papua ingin mengajukan bukti-bukti terkait kondisi dua pegawai KPK yang disebut-sebut tidak mengalami luka-luka akibat penganiayaan. Namun, ia menekankan bahwa KPK telah menyertai bukti visum saat pelaporan ke Polda Metro Jaya.

“Akan lebih baik, jika para saksi-saksi yang dipanggil bisa kooperatif. Jika ada bantahan-bantahan, bisa disampaikan langsung pada penyidik,” kata Febri.

Sebelumnya diberitakan dua anggota Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dianiaya oleh oknum anggota DPRD dan Pemprov Papua ketika menjalankan tugas investigasi kasus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat kotor di Tanah Papua.