KNPB dan Polisi Perang Urat Syaraf di Mimika

273
Simpatisan organisasi ilegal yang dikenal dengan nama KNPB (foto: AFP)

HarianPapua.com – Kepolisian Resor Mimika dan organisasi makar yang menyuarakan kemerdekaan Papua dari bingkai NKRI mengawali tahun baru 2019 dengan perat urang syaraf.

Hal ini bermula ketika aparat kepolisian gabungan mengambil alih markas kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Kabupaten Mimika pada tanggal 31 Desember 2018 siang waktu setempat.

Aparat kemudian menjadikan tempat yang disebut kantor tersebut sebagai pos penjagaan untuk mengamankan aksi-aksi yang tidak diinginkan yang hendak dilakukan oleh masa dari KNPB tersebut.

Hal ini pun menuai sebuah ketidaksenangan oleh anggota KNPB yang menyebut bahwa hal tersebut (pengambilan alih kantor KNPB) merupakan sebuah pelanggaran keras dan Kapolres Mimika sebagai penanggung jawab telah dikirimkan surat somasi.

Menanggapi somasi yabng dikirimkan oleh organisasi ilegal di wilayah NKRI tersebut, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan bahwa KNPB sejatinya tidak mendapatkan izin untuk melakukan hal apapun itu karena organisasi tersebut sudah sangat-sangat jelas ilegal dan tidak diakui.

“Polres Mimika tidka pernah izinkan kegiatan tersebut karena organisasinya tidak terdaftar dan obyek bangunannya bukan milik mereka” terang Kapolres Mimika.

Hingga berita ini diturunkan baik aparat gabungan TNI/Polri dan juga para simpatisan organisasi ilegal tersebut masih bertahan di lokasi.