Kabupaten Rawan Konflik Bersenjata Di Papua

120
ilustrasi Bintang kejora

HarianPapua.com – Jelang Pilpres 2019 yang jatuh pada bulan April nanti Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin membeberkan belasan kabupaten di wilayah Provinsi Papua yang rawan akan konflik bersenjata.

Salah satu daerah rawan konflik sendiri adalah Kabupaten Nduga yang belakangan santer dengan kasus penembakan yang telah menewaskan puluhan manusia yang tidak bersalah.

Korban penembakan di Kabupaten Nduga juga terdapat beberapa anggota TNI yang meregang nyawa ketika bertugas disana.

“Kami mengalami penolakan di Nduga karena trauma operasi Mapenduma pada 1996. Harapannya, hal ini bisa didengar oleh Pak Gubernur Papua dan jajarannya agar bisa membantu untuk penyediaan infrastrukturnya,” katanya.

Selain itu, ungkap dia, ada kabupaten yang hingga kini jalannya roda pemerintahan dilakukan di luar daerah karena masih ada persoalan internal di lingkungannya.

“Itu adalah Kabupaten Intan Jaya, ibu kota Sugapa, tapi jalannya pemerintahan di Nabire,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kepolisian Daerah Papua tetap waspada menjelang ajang Pilpres 2019 yang disinyalir dapat mengundang berbagai hal-hal yang tidak diinginkan.

Lima belas kabupaten yang masuk dalam daerah rawan konflik bersenjata di Provinsi Papua meliputi Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Mimika, Intan Jaya, Nduga, dan Jayawijaya.