Guru di Wamena Ancam Boikot UN

176
ilustrasi pelajar

HarianPapua.com – Lantaran tidak memiliki kejelasan pembayaran insentif, sejumlah guru di Wamena, Kabupaten Jayawijaya mengamcam akan melakukan aksi boikot Ujian Nasional (UN).

Dilaporkan seorang guru bahwa sudah lebih dari 3 triwulan pembayaran insentif para guru SMA dan SMK tersebut belum juga diterima dan terkesan seperti tarik ulur antara pemerintah provinsi (Pemprov) dan pemerintah kabupaten (Pemkab).

“Kami sepakat akan melakukan rapat di SMA Negeri 1 Wamena untuk rencana melakukan boikot terhadap Ujian Nasional. Kami ingin dari provinsi atau Bupati Jayawijaya turun sendiri untuk melihat keluhan ini,” terang Jordan Tabuni yang merupakan salah seorang guru di Wamena, Minggu (10/2/2019).

Padahal menurut Jordan dari hasil demonstrasi sebelumnya tentang hak pembayaran insentif, Gubernur Papua Lukas Enembe telah memberikan SK agar pembayaran insentif guru dilakukan oleh pemerintah kabupaten atau kota.

Namun setelah para guru dari SMA dan SMK yang tersebar di Wamena tersebut mendatangi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jayawijaya, dinyatakan bahwa pemerintah kabupaten atau kota tidak bertanggung-jawab atas pembayaran insentif tersebut.

“SK Gubernur Nomor 28, insentif itu harus diselesaikan oleh Pemkab/Pemkot di Papua. Beberapa kabupaten dan kota sudah dibayarkan, sementara masih ada tujuh Kabupaten belum. Jayawijaya dianggap sudah dibayarkan, padahal kami baru menerima satu triwulan,” katanya.

Rencana boikot ujian nasioan atau UN tersebut direncanakan akan dilaksakan pada hari Senin (11/2/2019) dengan masa gabungan dari semua guru yang berada di Wamena.