Dimanakah Perda Miras Itu?

65
Penjual minuman keras (Foto: HarianPapua.com)

HarianPapua.com – Tanggal 30 Maret 2019 mendatang menjadi tanda tiga tahun sudah usia Perda Miras di Provinsi Papua diresmikan oleh Gubernur Lukas Enembe dan sejumlah pemangku jabatan di Bumi Cenderawasih.

Sayang, dalam tiga tahun terakhir atau sejak Perda Miras resmi diberlakukan, jumlah angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap anak, pembunuhan, pencurian dan tindak pidana lainnya terus meningkat.

Terbaru kasus penikaman terjadi di Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, dimana seorang anak berusia 22 tahun yang dipengaruhi minuman beralkohol menikam ibu kandungnya sendiri menggunakan pisau dapur.

Padahal, ketika diresmikan pada tanggal 30 Maret 2016, Gubernur Papua Lukas Enembe dengan tegas (atau mungkin pura-pura tegas) menyatakan bahwa miras adalah pembunuh orang asli Papua (OAP) sehingga harus dimusnahkan.

“Hari ini merupakan sejarah bagi generasi Papua. Di mana keputusan yang diambil untuk kepentingan menyelamatkan orang asli Papua dari kepunahan,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe di hadapan Bupati dan Walikota se-Provinsi Papua, Rabu tanggal 30 Maret 2016.

Hingga berita ini diturunkan, terlihat jelas toko-toko yang menjual berbagai produk minuman keras beroperasi dengan leluasa di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Dengan motto Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan, seharusnya pemerintah daerah dan kota bahkan provinsi Papua sekalipun malu dengan motto-motto yang menjual nama Tuhan namun dalam kenyataannya melanggar akan prinsip-prinsip keagamaan tersebut.