DBD Bunuh Dua Orang di Biak Numfor

210
ilustrasi nyamuk demam berdarah

HarianPapua.com – Penyebaran kasus Demam Berdarah atau DBD menyebar dengan begitu cepat sehingga butuh penanganan yang lebih serius agar tidak jatuh korban melalui salah satu penyakit yang meneror masyarakat di Provinsi Papua ini.

Tercatat dua orang di Kabupaten Biak Numfor dilaporkan meninggal dunia akibat penyebaran DBD yang menyebar dengan begitu cepatnya hingga saat ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menemukan sebanyak 70 warga terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD), dengan dua di antaranya meninggal dunia. Data tersebut berasal dari 6 kabupaten/kota di Papua, sejak awal Januari 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Papua, dr Aaron Rumainum mengatakan, kasus warga terjangkiti DBD itu ditemukan di Kabupaten Asmat, Boven Digoel, Merauke, Nabire, Biak Numfor, dan Kota Jayapura.

“Tercatat di Asmat 10 kasus, Biak Numfor 25 kasus dengan 2 kematian, Boven Digoel 16 kasus, Merauke 13 kasus, Nabire 3 kasus, dan Kota Jayapura 3 kasus. Penyebaran demam berdarah ini terbilang cepat karena enam kabupaten ini adalah kabupaten endemis demam berdarah,” ucapnya saat ditemui di Kota Jayapura, Selasa (29/1/2019) siang.

Ia menjelaskan, dari total 70 kasus yang ditemukan, rata-rata korbannya adalah anak-anak. Hal itu karena anak-anak dinilai rentan akan gigitan nyamuk DBD.

“Yang paling rentan terkena demam berdarah yakni anak-anak. Sementara orang dewasa jarang terjadi karena daya tahan tubuhnya akan menolong sehingga tidak akan terkena demam berdarah,” katanya.

Dengan kondisi ini, pihaknya berupaya memutus laju perkembangbiakan DBD dengan menggencarkan pengasapan atau fogging di wilayah rawan.

“Fogging sudah dilakukan. Pengiriman dari dinas kesehatan ke kabupaten menggunakan pesawat Hercules ke kabupaten-kabupaten yang terkena demam berdarah,” ujar Aaron.

Selain itu, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M.

“Kita minta warga untuk melakukan 3M, yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan menutup rapat tempat penampungan air,” tuturnya.

Selain enam daerah tersebut, Aaron menyebut, terdapat empat kabupaten berpotensi terjadi penyebaran demam berdarah.

“Ada 4 kabupaten yang berpotensi, yakni, Kabupaten Jayapura, Supiori, Yapen, dan Mappi,” sebutnya.