Bau Korupsi DPRD dan Pemprov Papua Tercium

215
Kantor KPK

HarianPapua.com – Aroma korupsi yang tercium pada jajaran anggota dan pejabat DPRD serta Pemprov Papua berakhir dengan tindakan yang tidak terpuji yakni penganiayaan terhadap dua anggota KPK yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan, Sabtu (2/2/2019) tengah malam.

Peristiwa penganiayaan tersebut dilakukan oleh anggota dari DPRD dan Pemprov Papua yang hingga saat ini masih didalami oleh Polda Metro Jaya identitas pelakunya.

“Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah Minggu (3/2/2019) ketika ditanya terkait kondisi dua anggota KPK yang dianiaya tersebut.

Febri kepada media menjelaskan bahwa anggota dari DPRD dan Pemprov Papua tetap melakukan aksi kekerasan meskipun kedua korban telah menunjukan identitas mereka sebagai penyidik KPK.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Papua, Yunus Wonda membantah hal tindakan penganiayaan tersebut.

“Kondisi anggota KPK ketika diantar ke Polda Metro Jaya dalam keadaan baik sekali, sangat baik bahkan ada foto terakhirnya, di mana terakhir keduanya duduk sama-sama,” kata Yunus.

Sementara itu, juru bicara KPK, Febri Diansyah menambahkan jika DPRD dan Pemprov Papua tidak melakukan sesuatu yang korup seharusnya tidak ada yang perlu ditakutkan.

“Saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan ya kalau memang tidak ada penyimpangan-penyimpangan, tidak melakukan tindak pidana korupsi, semestinya tidak perlu khawatir. KPK pasti hanya akan memproses orang-orang atau pejabat-pejabat yang benar-benar melakukan tindak pidana korupsi, karena KPK hanya bisa memproses berdasarkan bukti-bukti yang ada,” katanya, Senin (4/2).