Bagasi Berbayar Dinilai Merugikan UMKM

73
Maskapai penerbangan Lion Air (Foto: HarianPapua.com)

HarianPapua.com – Diberlakukannya sistem bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan Lion Air dinilai mulai meresahkan kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM.

Hal ini disampaikan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) cabang Jayapura yang mengakui pembelian tiket maskapai penerbangan Lion Air yang mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir.

“Saat ini masyarakat mulai berhitung karena untuk harga bagasi Lion Air 20 kg melalui web harganya Rp650 ribu, kalau beli di bandara Rp1 juta, mereka lebih memilih maskapai lain yang masih memberikan bagasi gratis,” ujar Ketua Asita papua, Iwanta Parangin-angin, di Jayapura, Senin (11/2).

Pengaruhnya memang belum dirasakan oleh para wisatawan asing karena dinilai telah melakukan persiapan dari jauh hari sebelumnya namun untuk para wisatawan mancanegara hal tersebut sangatlah mengancam pelaku UMKM terlebih khusus di Tanah Papua.

“Bagasi berbayar ini akan membuat para wisatawan enggan untuk membeli oleh-oleh. Kebijakan itu tentunya secara lambat laun akan membunuh para pebisnis UMKM di Papua, karena memang sebagian besar penghasilan mereka itu berasal dari pembelian para wisatawan yang datang ke Papua ini,” katanya.

Iwanta meyakini pemberlakuan bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan nantinya akan memiliki dampak yang merugikan bagi maskapai itu sendiri.

Hal ini dapat dilihat dari minat masyarakat yang mulai menurun dalam menggunakan maskapai penerbangan yang memberlakukan sistem bagasi berbayar.

Menurut Iwanta, masyarakat lebih memilih untuk menggunakan maskapai penerbangan yang hingga saat ini masih berlakukan sistem bagasi gratis untuk 20kg dalam setiap penerbangannya.