Anggota TNI dan Wartawan Berkelahi Demi Seorang Pramuria

214
Ilustrasi TNI

HarianPapua.com – Sebuah kejadian memalukan yang melibatkan oknum anggota TNI dan juga seorang wartawan terjadi di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, dimana keduanya berkelahi hanya demi memperebutkan seorang pramuria.

Kejadian yang berlangsung pada Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 23:00 WIT itu menjadi sebuah momen yang sangat memalukan terlebih khusus bagi oknum anggota TNI yang sibuk mencari seorang pramuria sementara anggota lainnya sementara berjuang melawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pegunungan Papua.

Kapendam 17 Cenderawasih Kolonel Inf. M. Aidi, Senin (28/1/2019) mengatakan perkelahian di gapura Makor Detasemen Zipur ini merupakan buntut adu mulut dan perkelahiran pada Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 23.00 WIT.

Saat itu, Pratu AM terlibat adu mulut hingga terjadi perkelahian dengan R, wartawan dari sebuah media.

Peristiwa itu terjadi akibat memperebutkan seorang pramuria bernama L di lokalisasi Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Samabusa, Nabire.

Pascakejadian itu, pada Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 02.20 WIT, R bersama seorang wartawan bernama P dan keamanan lokalisasi Sambusa bernama Y menuju Mako Denzipur yang merupakan satuan Pratu AM.

“Rencananya, mereka akan melaporkan kejadian itu kepada pimpinan Pratu AM,” kata Aidi, Senin malam.

Namun, saat tiba di depan gapura Mako Detasemen Zipur Pratu AM beserta 4 temannya dari sebuah perusahaan berusaha mencegah R dan rekannya hingga terjadi perkelahian.

Akibat kejadian tersebut, R mengalami luka lebam di bagian mata kanan, pelipis kiri, pundak kiri, luka robek garis di bawah mata kiri panjang 2 sentimeter dan luka robek garis di atas telinga sebelah kiri.

Sedangkan P mengalami luka lebam bagian mata kiri dan dan 4 jahitan di pelipis kiri, serta memar di pipi kiri.

“Pukul 02.30 WIT Pasi Intel Denzipur 12/OHH Lettu Czi Purwadi tiba di TKP dan mengamankan Pratu AM selanjutnya membawa korban ke UGD RSUD Nabire untuk mendapatkan perawatan,” ujar Aidi.

Saat ini korban sudah keluar dari RSUD Nabire guna menjalani rawat jalan. Kedua belah pihak sudah dipertemukan dan masing-masing mengakui kesalahannya.

Praka AM saat ini sedang meringkuk di sel tahanan Provost Denzipur, selanjutnya akan dilimpahkan ke Denpom dalam rangka menjalani proses hukum.

“Kami sangat menyayangkan dengan masih adanya prajurit TNI yang keluyuran ke tempat lokalisasi, ini adalah perilaku yang sangat tidak terpuji dan tidak bermoral. Institusi TNI tidak akan mentolerir hal tersebut. Yang bersangkutan pasti akan kami tindak keras sesuai proses hukum yang berlaku,” ujar Aidi.