Aksi Saling Lapor KPK vs Pemprov Papua

325
Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe

HarianPapua.com – Aksi saling lapor terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melawan tim Pemerintah Provinsi Papua ke Polda Metro Jaya.

Hal ini dimulai ketika dua anggota KPK dianiaya oleh anggota dari DPRD dan Pemprov Papua ketika melakukan tugas investigasi kasus tindak pidana korupsi, Sabtu (2/2/2019).

KPK melapor ke Polda Metro Jaya pada hari Minggu (3/2/2019) sekitar pukul 14:30 WIB dan Polda Metro Jaya langsung terjun ke lapangan untuk memastikan laporan yang dibuat KPK tersebut.

“Ada laporan laksanakan penyelidikan. Terlapor dalam lidik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (3/2/2019).

Sehari berselang, tim Polda Metro Jaya melakukan serangkaian kegiatan terkait laporan itu. Argo menyebut pihaknya sudah meminta visum dua penyelidik KPK yang dianiaya.

“Penyidik sudah ke TKP, kemudian kita mintakan visum di sana dan nanti langkah selanjutnya kita tunggu saja,” ujar Argo.

Tidak terima dengan laporan yang dibuat KPK tersebut, Pemprov Papua melaporkan balik dua penyelidik KPK yang diduga dianiaya ke Polda Metro Jaya. Pegawai KPK itu dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan Pemprov Papua dikuasakan kepada Alexander Kapisa. Laporan teregister dengan nomor LP/716/II/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 4 Februari 2019.

Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana di bidang ITE dan/atau pencemaran nama baik dan/atau fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat (30) juncto Pasal 45 ayat (3) dan/atau Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat (1) No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2018 tentang ITE.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan sebelumnya jika tidak ada indikasi tindak pidana korupsi seharusnya anggota DPRD dan Pemprov Papua tidak perlu takut terhadap dua anggota KPK yang melakukan tugas investigasi mereka tersebut.