Dinkes Tarik Mundur Tenaga Medis Dari Mapenduma

526
ilustrasi kesehatan

HarianPapua.com – Fasilitas keamanan yang kurang memadai membuat Dinas Kesehatan Papua menarik mundur semua tenaga medis yang tergabung dalam program Nusantara Sehat.

Hal ini dilakukan pasca kasus penyanderaan dan kekerasaan seksual yang menimpa para guru dan tenaga medis di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai, menyebutkan penarikan tenaga medis akan dilaporkan secara resmi kepada Menteri Kesehatan.

“Kami juga akan melakukan pertemuan langsung dengan tenaga medis yang mengalami trauma,” kata Alyosius, Kamis (25/10/2018).

Dirinya menyebutkan tenaga medis adalah kebutuhan mendasar masyarakat di Mapenduma. Ia pun belum bisa memberikan banyak komentar terkait kejadian di Mapenduma.

“Kami akan menggelar rapat internal terlebih dahulu, termasuk kepada petugas medis yang bertugas di Mapenduma,” katanya.

Sebelumnya, 15 orang guru dan tenaga medis di Mapenduma disandera dan tak bisa melakukan aktivitasnya. Kelompok kriminal bersenjata (KKB). Bukan hanya disandera, para guru dan tenaga medis kabarnya juga diperkosa secara bergilir oleh 5 orang anggota KKB itu. Hingga kini, korban kekerasan seksual mengalami trauma berat, hingga tak ingin kembali ke tempat tugasnya di Mapenduma.