Jokowi 4 Tahun, Papua Jadi Pusat Pembangunan Indonesia Sentris

367
Pelabuhan Jayapura

HarianPapua.com – Tingginya disparitas harga yang disebabkan oleh lemahnya pembangunan infrastruktur menjadikan Papua sebagai pusat pembangunan Indonesia Sentris yang menjadi nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Kalau kita bicara mengenai Indonesia Sentris, maka memang kemenhub menjadi salah satu pihak yang senantiasa harus memberikan terbaik melalui penciptaan konektivitas baik melalui akses darat, laut ataupun udara,” terang Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi, Rabu (25/10/2018).

Disparitas harga menjadi salah satu momok yang mengerikan dalam penunjang roda ekonomi Provinsi Papua karena minimnya konektivitas selama ini.

“Disparitas harga terjadi karena memang terbatas dan tidak adanya angkutan ke Papua, baik dari NTT, Kalimantan Utara, Natuna. Ini yang secara langsung harus diselesaikan,” terang Budi.

Solusinya menurut Budi, adalah dengan membangun pelabuhan dan juga bandara terlebih khusus di beberapa tempat yang terpencil dan memiliki kesenjangan atau disparitas harga tersebut.

Pemerintah Pusat kata Budi telah menghabiskan sebanyak 500 miliar rupiah untuk pembangunan Bandar Udara Nop Goliat yang berada di Dekai, Kabupaten Yahukimo untuk menggantikan peran Bandar Udara Wamena yang selama ini menjadi tujua pesawat apapun untuk pengangkutan logistik dan keperluan lainnya.

“Menjadi catatan bahwa kalau kita bicara Indonesia Sentris maka urgensinya sangat terasa di Pegunungan Jayawijaya. Dimana tempat itu susah dijangkau. Itulah sebabnya, kami membangun banyak bandara di sana,” tutur Budi.

Saat ini tercatat untuk Provinsi Papua terdapat total 48 bandara yang dialokasikan dari 40 persen APBN, sementara di Papua Barat terdapat 16 bandara yang dibangun.

Selain tol udara, pemerintah juga melalui Kementerian Perhubungan terus gencar melakukan pembangunan tol laut untuk menyediakan angkutan logistik ke berbagai wilayah di Timur Indonesia terutama dari Surabaya sampai ke Makassar, Ternate dan juga Papua.