Bidadari Cantik Dalam Kabinet Kerja Jokowi-Kalla

434
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

HarianPapua.com – Empat tahun sudah Presiden Joko Widodo memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan membawa angin segar dalam pembangunan-pembangunan yang tidak dipungkiri lagi sangat mendorong kemajuan masyarakat hingga di pelosok negeri.

Dibalik suksesnya seorang pria, pasti ada wanita hebat dibelakangnya. Mungkin kata-kata tersebut pantas disematkan kepada Presiden Jokowi yang membawa bidadari-bidadari cantik dalam kabinet kerjanya untuk membantu memajukan Indonesia.

Berikut bidadari-bidadari cantik yang turut dalam kabinet kerja Presiden Jokowi:

1. Sri Mulyani (Menteri Keuangan)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkomunikasi dengan peserta tax amnesty dan pemegang kuasa SPH, di kantor pusat DJP, Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (31/12/2016).(KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI)

Sri Mulyani Indrawati atau yang biasa dipanggil Ani, menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak tahun 2016. Salah satu tugas pertamanya dari Presiden Jokowi adalah melaksanakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Program ini berjalan selama sembilan bulan dan berakhir pada 31 Maret 2017.

Hasilnya, negara memperoleh Rp 4.855 triliun dari pelaporan harta para wajib pajak. Dari jumlah tersebut, deklarasi harta di dalam negeri sebesar Rp 3.676 triliun, sebanyak Rp 1.031 triliun merupakan deklarasi di luar negeri, dan sisanya harta yang dibawa pulang ke Indonesia (repatriasi).

2. Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan sambutan sebelum meresmikan Jakarta Akuarium di Pusat Perbelanjaan NEO Soho, Jakarta, Selasa (16/10/2018). Jakarta Akuarium merupakan tempat konservasi alam dan satwa laut yang memiliki konsep edutainment sekaligus menjadi sebuah destinasi wisata bagi masyarakat. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Berbicara tentang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak bisa lepas dari kebijakannya menindak tegas pelaku illegal fishing dengan cara ditenggelamkan.

Sejak awal ia menjabat hingga Agustus 2018, Susi telah menenggelamkan 488 kapal-kapal pencuri ikan. Kapal-kapal yang ditenggelamkan berasal dari berbagai negara, yaitu Vietnam 276 kapal, Filipina 90 kapal, Thailand 50 kapal, Malaysia 41 kapal, Indonesia 26 kapal, Papua Nugini 2 kapal, China 1 kapal, Belize 1 kapal dan Tanpa Negara 1 kapal.

Selain itu, pada 27 Juli 2018, Susi mengatakan sebanyak 10.000 kapal pencuri ikan telah keluar dari laut Indonesia.

3. Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana, Selasa (13/2/2018).(KOMPAS.com/IHSAUDDIN)

Pemerintahan Indonesia turut aktif dalam upaya meredam krisis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Untuk itu, Presiden Jokowi mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk melakukan upaya diplomasi dengan Myanmar.

Pada September 2017, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertolak ke Myanmar untuk berunding dengan sejumlah tokoh penting, seperti National Security Adviser Myanmar Aung San Suu Kyi dan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior U Min Aung Hlaing. Pada kesempatan itu, Retno menyerahkan usulan Formula 4+1 untuk Rakhine State kepada konsulat negara Myanmar.

Urusan diplomatik luar negeri? Serahkan saja sama yang satu ini

4. Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan)

Menteri LHK Siti Nurbaya saat meninjau soal sampah di Rest Area km 57 tol Jakarta-Cikampek, Rabu (13/6/2018).(KOMPAS.com/FARIDA FARHAN)

Siti Nurbaya menjadi bidadari cantik dalam kabinet kerha Presiden Jokowi yang berurusan langsung dengan masalah lingkungan hidup dan juga kebakaran hutan.

Masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menjadi problematika menahun bagi Indonesia. Presiden Jokowi mengambil kebijakan tegas dengan memecat kapolda, kapolres, serta pangdam, dan danrem di masing-masing daerah yang tidak menangani karhutla dengan maksimal.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pun berkomitmen untuk terus menekan jumlah titik api. Sebagai upaya pencegahan, peralatan seperti helikopter disiagakan agar titik api sekecil apapun dapat langsung dipadamkan sehingga kebakaran tidak meluas.

5. Yohana Susasa Yembise (Menteri PPPA)

Menteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Swissbel Hotel, Manokwari, Papua Barat, Rabu (17/10/2018).(Dok. Kementerian PPPA)

Dari Timur Indonesia Presiden Joko Widodo mengambil Yohana Susana Yembise yang kemudian mengisi pos Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dengan menjadi Menteri PPPA, Yohana meluncurkan program bernama Three Ends yang terdiri ada End Violence Against Women and Children (Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak), End Human Trafficking (Akhiri Perdagangan Manusia), dan End Barriers To Economic Justice (Akhiri Kesenjangan Ekonomi terhadap perempuan).

Untuk itu, Menteri Yohana pun menggalakkan pembentukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). KPPPA merupakan pelaksana harian Gugus Tugas tersebut.