Kalau Jokowi Sudah Bekerja, Kenapa Harus Pilih yang Lain?

316
Presiden Joko Widodo

HarianPapua.com – Tahun politik dalam menentukan siapa orang nomor satu di Republik Indonesia akan segera dimulai. Benar, Pilpres 2019 membawa dua calon kandidat untuk bersaing menjadi yang terbaik yaitu sang petahana Joko Widodo dan juga Prabowo Subianto.

Banyak masyarakat luas di Republik Indonesia yang masih menetapkan pilihannya untuk sang petahana Joko Widodo. Kemajuan yang pesat selama kepemimpinan Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia dalam 4 tahun terakhir menjadi dasar kenapa Jokowi harus kembali memimpin Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi.

Perubahan besar telah diberikan seperti pembangunan infrastruktur, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Papua, dan juga berbagai kemajuan lain di sektor ekonomi Indonesia.

Sudah selayaknya Jokowi diberikan kesempatan lagi oleh masyarakat Indonesia untuk kembali melanjutkan pekerjaan-pekerjaan yang terus membawa perubahan besar di Republik Indonesia.

Prabowo yang Selalu Gagal

Sang petahana mendapatkan tantangan untuk bersaing dengan Calon Presiden lainnya yakni Prabowo Subianto yang dalam 3 kali percobaan mengikuti Pilpress selalu gagal (sejak tahun 2004).

Berbeda dengan Joko Widodo, Prabowo Subianto lebih banyak mengedepankan cemoohan-cemoohan yang selalu menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.

Hal ini yang menjadi dasar alasan kenapa Prabowo Subianto selalu gagal dalam 3 kali usahanya pada pemilihan presiden sejak tahun 2004 silam.

Ditambah lagi dengan latar belakangnya yang kejam dan keras, Prabowo Subianto selalu mendapatkan pandangan negatif ketika berurusan di ranah politik tanah air.

Bukti nyata lainnya adalah ketika Pilpres 2014 dimana masa lalu Prabowo menjadi dasar kuat dengan tidak terpilih di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat sebagai calon presiden.

Berbeda jauh dengan Jokowi, Prabowo Subianto selalu mengedepankan rencana-rencana untuk membangun Indonesia yang mana rencana-rencana tersebut sementara dikerjakan oleh Presiden Joko Widodo.

Oleh karena itu, Prabowo Subianto dinilai tidak memiliki dasar rencana yang kuat untuk membangun Indonesia terlebih khusus setelah dirinya menggunakan slogan kampanye yang sama dengan Presiden Amerika Serikat yaitu “Make Indonesia Great Again”.