Minim Dukungan, Prabowo Mungkin Gagal Lagi di Pilpres 2019

433
Ketua Umum Gerindra yang juga bakal Capres Prabowo Subianto bersama bakal Cawapres Sandiaga Uno, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Titiek Soeharto menghadiri upacara peringatan HUT ke 73 RI di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Jumat (17/8/2018)

HarianPapua.com – Dukungan yang terus mengalir kepada kubu Jokowi-Amin jelang Pilpres 2019 mendatang semakin menguatkan posisi presiden Jokowi sebagai Petahana untuk kembali memimpin Indonesia untuk periode kedua.

Derasnya dukungan baik dari para kepala daerah, para pengusaha dan juga media yang berbasis langsung dengan kinerja Presiden Jokowi selama masa kepemimpinan di periode pertama yang akan habis ini memang menjadi kekuatan besar untuk kembali melanjutkan pembangunan Indonesia yang dimulai dari pinggiran.

Sementara itu, kubu Prabowo Subitano dan Sandiaga Uno dinilai menemukan tantangan yang berat guna memenangi Pilpres 2019 mendatang.

“Dari tiga kali maju Pak Prabowo sebagai presiden, yang kebetulan saya tetap jadi sekjen partai yang mengusung Beliau, kami merasakan terus terang (Pilpres) ini adalah bobot terberat Beliau menjadi calon presiden,” ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Sementara itu, Juru Bicara Koalisi Adil Makmur, Andre Rosiade membeberkan alasan kenapa Pilpres 2019 menjadi yang terberat bagi Prabowo Subianto yang sudah tiga kali gagal namun masih saja terus mencoba.

“Kalau kita melihat media Pak Prabowo hanya 20 sampai 30 persen, 70 sampai 80 itu di Kubu Pak Jokowi,” ucap Andre Rosiade, Minggu (14/10/2018).

“Lalu terus terang pengusaha pun takut menyumbang ke kita, karena mereka takut diancam anggarannya, sembunyi-sembunyi sumbangan ke kita,” jelas Andre.