Penyakit Kaki Gajah Masih Menghantui Kabupaten Mimika

1805
ilustrasi penyakit kaki gajah

HarianPapua.com – Masyarakat Papua khususnya yang berdomisili di Kabupaten Mimika diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap tingginya kasus penyakit kaki gajah (Filariasis) yang masih menghantui masyarakat di Kabupaten Mimika.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menyebutkan angka kasus filariasis (kaki gajah) di wilayah itu masih tinggi. Bahkan berada diatas dua persen, sehingga seluruh penduduk setempat dalam lima tahun ke depan diwajibkan meminum obat untuk mencegah penyakit tersebut.

Sekretaris Dinkes Mimika, Reynold Ubra, menjelaskan Mimika termasuk salah satu daerah endemis kasus filariasis berdasarkan hasil penelitian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2004 silam. Temuan kasus filariasis terbanyak di Mimika yaitu di Kampung Iwaka SP7 (Mulia Kencana).

“Angka kasus filariasis di Mimika masih diatas dua persen,” katanya di Timika, Sabtu (13/10/2018).

Ia menambahkan, selama lima tahun berturut-turut setiap orang di Mimika setahun sekali meminum obat untuk mencegah penyakit tersebut. Apalagi vektornya ada di sini, sehingga minum obat massal merupakan solusi untuk mengeliminasi kasus filariasis di wilayah itu.

Menurut Reynold, minum obat untuk cegah massal kasus filariasis dilakukan terhadap semua orang di Mimika, terkecuali ibu hamil, balita di bawah usia dua tahun dan pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Papua, Yamamoto Sasarari, menambahkan penyebaran mikrofilaria di Mimika sudah lebih dari satu persen, sehingga masuk kategori sebagai daerah endemis filariasis.

Tidak hanya itu, pada 2017, ditemukan tiga warga Mimika positif tertular penyakit filariasis. Sedangkan 2007 ditemukan lebih dari 10 kasus filariasis di Mimika.