Indonesia Tanggapi Dingin Dukungan Papua Merdeka dari Vanuatu

6520
Ilustrasi bendera bintang kejora

HarianPapuacom – Pemerintah Republik Indonesia menanggapi dingin isu-isu politik yang hendak memisahkan Papua dari pangkuan Ibu Pertiwi. Sebut saja Vanuatu, sebuah negara kecil di kepulauan pasifik yang terus gencar mendukung kemerdekaan Papua dengan cara menuding Indonesia gencar melakukan pelanggaran HAM di tanah Papua.

Vanuatu selama ini selalu menuduh Indonesia mengenai adanya serangkaian pelanggaran hak asasi manusia di Papua dan Papua Barat. Tuduhan kembali dilayangkan Vanuatu dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Jumat 28 September 2018.

Indonesia menilai tuduhan tersebut tak berdasar dan hanya dibuat-buat.

“Tuduhan tersebut merendahkan prinsip hubungan antar negara, dan juga prinsip di Piagam PBB,” tegas Duta Besar dan Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Dian Triansyah Djani.

Dalam tuduhannya, Vanuatu menyebut Indonesia mengabaikan hak-hak warga di Papua dan Papua Barat. Pemerintah RI juga dituding melakukan diskriminasi terhadap masyarakat di wilayah timur tersebut.

Dubes Dian mengaku tak habis pikir mengapa Vanuatu bisa melayangkan tuduhan seperti itu. Ia mempertanyakan mengenai apa sebenarnya motif dari Vanuatu.

“Menuduh Indonesia telah melanggar HAM merupakan hal serius yang sama sekali tidak dapat diterima,” sebut Dubes Dian.

Ia menambahkan Indonesia menilai Vanuatu telah melanggar sebuah kesepakatan terkait status Papua sekitar 50 tahun lalu. Ketika itu, Papua disepakati sebagai bagian dari Indonesia.

“Propaganda Vanuatu ini telah melanggar kesepakatan di PBB,” tegas Dubes Dian.

Tahun lalu, Indonesia menyanggah keras pernyataan Vanuatu di pertemuan Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss. Indonesia menilai tuduhan Vanuatu tidak merefleksikan kondisi Papua saat ini.

“Saat ini, pemerintahan Jokowi sudah menggenjot pertumbuhan dan infrastruktur Papua serta masyarakatnya agar sejahtera,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir.