Curah Hujan Pengaruhi Turunnya Debit Air Hingga 50 Persen di Jayapura

220
Danau Sentani

HarianPapua.com – Debit air di Kota Jayapura dan sekitarnya turun hingga 50%. Salah satu penyebab penurunan air di Jayapura dan sekitarnya adalah penurunan curah hujan, perambahan hutan di Pegunungan Cyclop, serta banyaknya daerah serapan air yang berubah menjadi pemukiman warga, termasuk pembukaan lahan untuk dijadikan kebun kebun oleh warga di sekitar lokasi sumber air.

Akibat kondisi ini, PDAM Jayapura akan membangun bak pengambilan air di Danau Sentani melalui Balai Wilayah Sungai Papua yang dapat menampung lebih dari 800 liter per detik. Penampungan ini dapat digunakan sebagai sumber air bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Jayapura.

Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna menuturkan akibat penuruanan ini berdampak pada distribusi air ke rumah warga. Misalnya saja di Entrop dan Hamadi. Dulunya, kapasitas awal debit air di Entrop mencapai 100 liter per detik, tetapi sekarang kondisi air hanya 50 liter per detik, sehingga berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.
Akibat penurunan ini, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jayapura melakukan giliran pengairan air ke rumah-rumah warga di Entrop dan Jaya Asri, termasuk untuk kebutuhan pedagang di Pasar tradisional Entrop.

Pelayanan distribusi air ke perumahan di Jaya Asri yang sebelumnya mengalir 24 jam, kini harus digilir dalam penyalurannya, setiap harinya akan menyala pada pukul 08.00 WIT. Kemudian penyaluran air akan dihentikan pada siang hari dan kembali dinyalakan pada pukul 16.00 WIT.

Selain itu, untuk sumber air yang melayani warga di Abepura dan Kotaraja juga mengalami penurunan drastic. Kali Kampwolker yang sebelumnya mengaliri air 60 liter per detik, saat ini hanya mampu mengaliri air 30 liter perdetik. Kondisi ini juga terjadi di Sentani Pos 7 yang sebelumnya berkapasitas 50 liter per detik, terjadi penurunan menjadi 30 liter per detik.