Rusia Disinyalir Ciptakan Senjata Elektromagnetik

208
Ilustrasi senjata elektromagnetik yang mampu merusak sistem saraf tubuh

HarianPapua.com – Rusia menjadi tersangka utama dalam penyelidikan yang dilakukan Amerika Serikat atas penyakit aneh yang diderita oleh puluhan diplomat kedutaan Amerika di Kuba dan China.

Berdasarkan laporan NBC News, Selasa (11/9), bukti dari penyadapan komunikasi menunjukkan adanya keterlibatan Moskow dalam kasus tersebut.

Penyelidikan atas kasus ini melibatkan FBI, CIA, dan agensi lainnya. Hal ini seperti disebutkan sumber NBC berdasarkan keterangan tiga petugas resmi AS dan dua orang lain yang mengetahui kasus ini.

Namun, bukti yang didapat tak cukup kuat, sehingga AS belum bisa menyerang Moskow secara terang-terangan ke publik. Pejabat resmi FBI dan CIA belum memberikan tanggapan ketika dimintai pendapat mengenai laporan tersebut.

Juli lalu, sumber resmi AS menyebut mereka masih melakukan investigasi masalah kesehatan di kedutaan besar di Kuba. Mereka masih belum mengetahui penyebab penyakit misterius tadi. Sebab, penyakit ini telah menyerang 26 orang Amerika di kedutaan sejak 2016.

Gejala yang mereka alami seperti kehilangan pendengaran, bunyi berdengung di telinga, vertigo, sakit kepala, kelelahan ekstrim, dan pola lain yang konsisten dengan gejala “trauma ringan pada cedera otak”, jelas juru bicara resmi Kementerian Luar Negeri AS.

Kementerian juga menyebut bahwa Juli lalu pihaknya telah memboyong sekelompok diplomat dari Guangzhou, China. Diplomat ini dipulangkan karena mereka menderita penyakit yang menyerupai cedera otak.

Kuba juga melakukan investigasi mereka sendiri. Berdasarkan keterangan juru bicara Kuba, mereka menolak adanya keterlibatan atau mengetahui mengenai insiden tersebut.

Namun, AS percaya bahwa para pekerja ini terkena senjata elektromagnetik canggih. Kemungkinan senjata itu bekerja dengan tambahan teknologi lainnya.

Pihak militer AS telah mencoba membuat ulang pembuatan senjata yang digunakan untuk membuat para diplomat ini sakit. Mereka melakukan pengetesan senjata itu pada hewan, jelas NBC, mengutip petugas resmi Trump, dan sumber lainnya.

Sebagian penelitian ini dilakukan di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland di New Mexico. Di tempat itu militer AS memiliki laser raksasa dan laboratorium raksasa untuk mengetes senjata elektromagnetik, termasuk senjata gelombang mikro.