Pelindo Siapkan Rp 150 Miliar Untuk Pembelian Container Crane

228
Container Crane

HarianPapua.com – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menginvestasikan dana sebesar US$10 juta (Rp150 miliar). Dana tersebut diinvestasikan untuk pembelian empat unit alat. Alat-lat tersebut akan ditempatkan di empat pelabuhan yang mereka kelola yakni Kendari New Port (KNP), Pelabuhan Ambon, Makassar New Port (MNP), dan Pelabuhan Ternate.

Menurut Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelindo IV, Farid Padang, sebanyak empat unit alat yang didatangkan tersebut adalah jenis Container Crane (CC).

“Seluruh CC mulai didatangkan pada Sabtu 8 September 2018,” ujar Farid Padang.

Alat bongkar muat ini akan didistribusikan secara bertahap mulai dari Pelabuhan Ternate, kemudian ke Pelabuhan Ambon, selanjutnya KNP dan kemudian di MNP. Alat-alat tersebut didatangkan dari Pelabuhan Incheon, Korea Selatan menggunakan Kapal Dong Bang Giant No 2.

“Setelah unit Container Crane dilakukan unloading di masing-masing pelabuhan, rencananya akan langsung dilakukan uji coba operasi oleh masing-masing cabang tersebut,” tutur Farid.

Menteri BUMN, Rini M. Soemarno pada 24 Agustus 2018 juga telah meresmikan 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki nilai Rp2,153 triliun. Proyek tersebut dibangun oleh PT Pelindo IV menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) dan internal perusahaan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Terdapat sembilan PSN yang menggunakan dana PMN yaitu di Papua, Pelabuhan Merauke, Jayapura, Manokwari dan Pelabuhan Sorong.

Sedangkan yang di luar Papua terdapat di Pelabuhan Ternate, Ambon, Bitung, Kendari dan Pelabuhan Tarakan. Ini masih ditambah dengan Makassar New Port dibangun menggunakan dana PMN. Rencananya proyek tersebut akan diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2018.

Farid juga menyatakan, empat unit Container Crane yang didatangkan itu merupakan tahap pertama untuk meningkatkan produktivitas dan status konvensional menjadi peti kemas di Pelabuhan Ambon dan Ternate.

“Serta menyiapkan operasinya pelabuhan baru pada akhir tahun, yaitu MNP dan KNP, di mana menurut Dirut Pelindo IV, Doso Agung, program konektivitas di Indonesia Timur terus dilakukan secara terukur dan disinergikan dengan pemerintah daerah untuk menurunkan biaya logistik nasional yang sudah terkendali di sebagian daerah di timur yang pelabuhannya dikendalikan oleh Pelindo IV,” papar Farid.

Pelabuhan Ambon termasuk salah satu dari 16 PSN yang diresmikan Menteri BUMN pada Agustus lalu. Di pelabuhan ini, BUMN yang bergerak dibidang jasa pengelolaan pelabuhan ini menginvestasikan dana sebesar Rp35 miliar untuk restrengthening dermaga 60 meter, sehingga kapasitas yang sebelumnya hanya mampu menampung peti kemas sebanyak 100.000 TEUs per tahun, kini bisa mencapai 200.000 TEUs per tahun.

Selanjutnya juga terdapat investasi tiga unit RTG senilai Rp50 miliar dan satu unit Container Crane senilai Rp80 miliar. Selanjutnya kapasitas bongkar muat yang bisa dilayani akan mengalami peningkatan menjadi 25 box per jam dari sebelumnya hanya 15 box per jam.

Sementara di Pelabuhan Ternate, Pelindo IV melakukan replacement dermaga 100 meter dengan nilai investasi sebesar Rp75 miliar dan replacement dermaga petikemas 148 meter senilai Rp89 miliar, sehingga peningkatan kapasitas menjadi 100.000 TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 50.000 TEUs per tahun.