Penyelundupan 40 Ton BBM Berhasil Diamankan

327
Empat tersangka penjualan BBM Ilegal yang dijual di tengah laut Perairan Jayapura. (Foto:Katharina)

HarianPapua.com – Sebanyak 40 ton bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang hendak diselundupkan berhasil diamankan oleh satuan Polair Polda Papua, Senin (27/8/2018) malam sekitar pukul 21:00 WIT.

Penyelundupan BBM ilegal tersebut berhasil dilakukan setelah petugas yang berpatroli melihat ada dua buah kapal sedang lego jangkar dan selanjutnya mendatangi kedua kapal tersebut. Sesaat itu juga patroli malam yang dipimpin oleh Direktur Polair Polda Papua, Kombes Pol Yulianto Bambang, langsung membongkar penjualan BBM ilegal di tengah laut Perairan Jayapura.

“Di tengah laut itulah ABK dari Kapal Kertanegara sedang mentransfer BBM jenis solar ke Kapal Kairos II. Solar yang sedang ditransfer melalui selang tersimpan dalam tangki double bottom Kapal Kertanegara. Jadi solar yang dijual itu adalah sisa bahan bakar dari Kapal Kertanegara,” kata Bambang kepada wartawan di Jayapura, Jumat (31/8).

Kapal Kertanegara merupakan kapal tanker yang disewa oleh Pertamina untuk mendistribusikan BBM di Papua. Kapal tanker itu pun mengangkut tiga jenis BBM yakni Pertalite, Premium, dan Solar dengan masing-masing volume 2000 ton.

‘”BBM yang diangkut Kapal Kertangara diambil di Biak untuk di bawa ke Jayapura. Tiga jenis BBM milik Pertamina itu jumlahnya tak berkurang,” kata Bambang.

Bambang menyebutkan, meskipun BBM yang dijual merupakan sisa penggunaan kapal itu sendiri, namun karena kapal Kertanegara disewa oleh Pertamina, sehingga semua kebutuhan operasional BBM Kartanegara ditanggung oleh Pertamina dan jelas ada kerugian negara.

Untuk tersangka dari Kapal Kertanegara dikenakan pasal 363 dan pasal 53 huruf (d) jo pasal 23 UU No 22 tahun 2001 tentang migas dengan pidana kurungan maksimal 5 tahun dan atau denda Rp 30 miliar.

Sedangkan untuk tersangka dari Kapal Kairos II dikenai pasal 480 dan pasal 53 huruf (d) jo UU No 23 tahun 2001 tentang migas dengan pidana maksimal 5 tahun atau denda Rp 30 miliar.