Since, Ko Bikin Papua Bangga

5589
Since Lithhasova, Spesialis Perak Asian Games dari Papua Since Litthasova masih punya keinginan kuat untuk meraih medali emas Asian Games. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)

HarianPapua.com – Kedua mata atlet perahu naga asal Papua, Since Lithhasova Yom, berbinar tanda haru telah menyabet medali perak yang keempat sepanjang kariernya di Asian Games pada Sabtu (25/8).

Since dan kawan-kawan berhasil menyumbang medali perak di nomor perahu naga 200 meter putri Asian Games 2018. Mereka mencatat waktu 56,817 detik atau terpaut 0,656 detik dari China yang meraih medali emas.

Ya, Since boleh saja dibilang spesialis medali perak. Sejak Asian Games 2010 di Guangzhou, China, ia belum pernah merasakan medali emas.

Di Asian Games 2010, Since meraih tiga medali perak. Ketiga medali tersebut diraih di nomor perahu naga putri 250 meter, 500 meter, dan 1.000 meter. Adapun medali emas dari ketiga nomor itu dimenangkan tim China.

Kendati tren medali perak tersebut berlanjut hingga Asian Games 2018 di Palembang, Since tetap bangga. Satu hal yang pasti ia meraih medali tersebut dengan penuh perjuangan.

“Untuk Asian Games 2018 ini sangat berat, dalam hidup saya sangat berat. Pada 2010, kami kalah dari China,” kata Since dengan nada sedikit kesal karena kembali kalah dari China.

“Medali ini saya persembahkan untuk orang tua dan Indonesia,” katanya melanjutkan.

Selain turun di nomor perahu naga 200 meter dalam Asian Games 2018, Since juga bermain di nomor 500 meter. Namun, ia gagal menyumbang medali dan lagi-lagi kalah dari China yang berhasil menyabet medali perak.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi mungkin Tuhan belum meridoi usaha kami. Tapi kami tetap bersyukur apa pun hasilnya, itulah yang bisa kami berikan. Tapi kami tidak berkecil hati karena kami memang targetnya perak di jarak 200 meter,” ujar Since.

Untuk Asian Games 2018, Since berlatih dengan sangat keras. Ia menghela nafas dengan dalam terlebih dahulu sebelum mengutarakan betapa kerasnya ia melakukan persiapan untuk turnamen olahraga terbesar di Asia tersebut.

“Satu hari empat kali latihan dari jam enam pagi, 10 pagi, dua siang, dan sore hari. Masing-masing dua jam. Saya libur hanya satu hari yakni Senin,” ucap atlet 26 tahun itu.

“Kenapa liburnya tidak hari Minggu? Karena kalau hari Senin, biar bisa pergi ke mana-mana tanpa ada macet,” ucapnya menambahkan.

Since mengaku mulai mempelajari olahraga perahu naga sejak 2008. Awalnya, ia mengatakan ‘dipaksa’ keluarga untuk mempelajari olahraga tersebut.

“Tapi lama kelamaan jadi suka sampai sekarang, dan olahraga ini mengubah hidup saya,” ujarnya.

‘Jangan patah semangat.’ Kira-kira itulah pesan yang ingin disampaikan Since dalam meraih prestasi tertinggi dalam olahraga.

Berkali-kali kalah dari China tidak membuat dia putus asa. Malah sebaliknya, Since semakin berkeinginan untuk meraih medali emas.