Penjelasan BMKG Terkait Gempa Bumi Beruntun di Papua

575
ilustrasi gempa bumi (merdeka)

HarianPapua.com – Setidaknya empat kali Gempa bumi melanda Papua di daerah berbeda pada Minggu (26/8) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 9.33 Wit dan terakhir terjadi pada pukul 23.33 Wit.

Kepala Balai Besar Wilayah V Jayapura Petrus Demon Sili, S.IP, M.Si kepada wartawan, Senin (27/8) mengatakan, gempa bumi tersebut pertama mengguncang Daerah Keerom dengan kedalaman 10 Km dan titik gempa di darat, sekitar 19 km Tenggara Keerom dengan kekuatan 4,2 skala Richter (SR) yang terjadi pukul 9.33 Wit.

Berikutnya, gempa berkekuatan 3.7 SR, pukul 18:40 Wit berlokasi di darat, sekitar 11 km Barat Laut Kabupaten Jayapura dengan kedalaman 9 km.

“Sumber patahan lokal ini memang dangkal, tapi kekuatan kecil dan tidak membahayakan, apa lagi pemukiman penduduk di pusat gempa kurang, jadi kerusakan juga tidak ada” ujar Petrus.

Disampaikan, patahan kecil di Papua memang banyak namun yang perlu dikhawatirkan adalah gempa yang berada di sekitar pemukiman.

“Kami memandang perlu membangun bangunan tahan gempa atau gunakan bangunan kayu,” jelasnya.

Dengan berbagai gempa yang terjadi, masyarakat dimintanya tak terlalu khawatir dan selalu mempercayai sumber berita yang valid. Dua gempa selanjutnya juga terjadi di darat, pertama pada 28 km Tenggara Waropen dengan 5,3 SR dan kedalaman 74 Km yang berguncang pukul 23.33 Wit.

Kemudian gempa dengan kekuatan 4,8 SR di Kabupaten Paniai dengan pusat gempa di darat pada 25 km Timur Laut, kedalaman 53 Km yang dirasakan di Nabire. Gempa malam hari ini juga dilaporkan tak menimbulkan kerusakan apa lagi penyebab utamanya berbeda karena di Papua ada 17 zona yang berbeda lajurnya.

Ia mengatakan hingga kini belum terjadi gempa susulan dan masyarakat pesisir diminta agar tak termakan isu.

“asyarakat pesisir jangan termakan isu tsunami dan lainnya, karena gempa ini berbeda dengan kekuatan kecil” lanjutnya.

Pihak BMKG juga telah mengeluarkan rilis dan menyampaikan gempa di Paniai terjadi akibat aktivitas sesar lokal.

Disampaikan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik.