Menteri BUMN Resmikan Gardu Induk Berkapasitas 150 kV Pertama di Papua

777
Menteri BUMN Rini Soemarno ketika berunjung dan meresmikan Gardu Induk Holtekamp milik PT PLN (foto:Kumparan)

HarianPapua.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akhirnya meresmikan Gardu Induk dan Transmisi berkapasitas 150 kV pertama yang ada di wilayah Papua dan Papua Barat di Holtekamp, Jayapura, Papua.

Gardu Induk yang baru saja diresmikan tersebut menjadi jawaban terhadap rendahnya elektrifikasi di wilayah Papua yang membuat pemerintah harus terus berupaya menggenjot pembangunan pembangkit listrik.

Hingga saat ini, menurut Menteri Rini Soemarno, tingkat elektrifikasi di wilayah Provinsi Papua baru mencapai angka 52 persen. Dengan adanya gardu induk yang baru saja diresmikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan elektrifikasi untuk listrik buat kehidupan yang lebih baik.

“Kapasitas 150 kV yang pertama di Papua. Sebelumnya 70 kV. Sekarang ada gardu induk,” kata Rini saat meresmikan Gardu Induk dan Transmisi berkapasitas 150 kV di Holtekamp, Jumat (24/8/2018).

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Holtekamp memiliki 66 tower dengan panjang 43,433 KMS. Proyek ini senilai Rp 48,9 miliar.

Sementara Gardu Induk Holtekamp memiliki 1 unit trafo IBT 150/70 kV 60 MVA dengan nilai kontrak Rp 127,3 miliar. Selain itu ada Gardu Induk 150 kV Jayapura dengan 1 unit trafo IBT 170/70 kV 60 MVA dan 2 unit trafo daya 150/20 kV 60 MVA dengan nilai kontrak Rp 163,2 miliar.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN, Ahmad Rofik, mengatakan sebelumnya, PLTG Jayapura hanya dapat memproduksi listrik sebesar 30 megawatt (MW) karena jaringan transmisi dan distribusi yang menyalurkan listrik ke warga masih belum siap.

Dengan peningkatan kapasitas infrastruktur penyaluran ini, listrik dari PLTMG Jayapura dapat disalurkan secara penuh yaiu sebesar 50 MW. Ketiga infastruktur yang baru beroperasi ini juga dapat menyalurkan listrik dari PLTMG Jayapura Peaker 40 MW yang kini sedang dalam proses pembangunan.

Menurut Ahmad, tambahan suplai ini dapat disalurkan untuk penambahan daya pasang baru atau pasang sementara bagi rumah tangga dan industri. Jumlah rumah tangga yang dilistriki tercatat 600 ribu pelanggan yang mencakup sistem Jayapura, Sentani dan Genyem.

Dengan beroperasinya PLTMG, Ia memperkirakan PLN bisa menghemat biaya produksi listrik hingga Rp 8,7 miliar per bulan.

“Potensi penghematan ini dihitung berdasarkan penurunan specific fuel consumption dan penghentian mesin sewa dari sistem kelistrikan Jayapura,” ujar Ahmad.