Alasan Kenapa Prabowo Selalu Gagal Dalam Pilpres

10232
Ketua Umum Gerindra yang juga bakal Capres Prabowo Subianto bersama bakal Cawapres Sandiaga Uno, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Titiek Soeharto menghadiri upacara peringatan HUT ke 73 RI di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Jumat (17/8/2018)

HarianPapua.com – The New Prabowo, ya begitulah mereka menyebutnya. Suatu gambaran tetang sosok Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra yang telah berubah menjadi sosok yang lebih cair dan lebih suka mendengar.

Adalah bakal cawapres Sandiaga Uno yang memperkenalkan versi baru dari Prabowo Subianto yang sudah terkenal dengan karakter dan sifatnya yang keras sehingga sudah menjadi rahasia publik kenapa Prabowo Subianto selalu gagal dalam 3 periode pilpres yang sudah diikuti olehnya.

“Pak Prabowo itu orangnya asyik, The New Prabowo yang kita selalu bilang sekarang orangnya sangat cair, sangat mendengar, menghormati, Pak Prabowo sudah melewati dinamika politik kita, sangat menghargai bahwa proses demokrasi harus mempersatukan, jangan memecah belah,” kata Sandiaga di depan Masjid At-Taqwa, Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/8/2018).

Namun sayang beribu sayang publik telah mengenal siapa sosok Prabowo Subianto yang sesungguhnya sehingga susah menjadi kepercayaan publik untuk dipercaya menjadi seorang presiden.

“Kalau maksudnya mau rebranding soal Prabowo, ya, sulit. Semua orang juga tahu karakter personal beliau. Ada jejak digital yang tidak mudah untuk dihapus,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada detikcom lewat pesan elektronik, Rabu (22/8/2018) malam.

Terlebih, dalam kontestasi Pilpres, Prabowo bukan tokoh yang baru dikenal. Karena itu, tak mudah untuk mengubah pandangan publik terhadap Prabowo.

“Saya kira tak akan banyak berpengaruh, ya. Pak Prabowo ini sudah tiga kali maju dalam Pilpres. Branding personal beliau sudah kuat di masyarakat,” ujar juru Bicara Koalisi Indonesia Kerja (KIK) itu.