Parah! RSUD Jayapura Krisis Obat-obatan

18905
RSUD Dok 2 Jayapura

HarianPapua.com – Kondisi memprihatinkan dan amburadul kembali terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura yang mengalami krisis bahan obat-obatan sehingga terpaksa harus menutup ruang operasi.

Hal ini terungkap setelah seorang dokter bernama Gracia Daimboda SpPD mengeluarkan pernyataannya yang menjadi viral lewat pesan elektronik tentang pelayanan RSUD Jayapura yang kian memburuk.

Kondisi ini, terang dr Gracia bahkan sudah berjalan sejak awal tahun 2018 ini. Padahal, RSUD Jayapura merupakan rumah sakit tujuan bagi masyarakat di Tanah Papua khususnya yang berada di Kabupaten dan Kota Jayapura.

Dengan kondisi tersebut, terdapat beberapa jasa medis yang juga belum kunjung dibayarkan jasanya lantaran menejemen RSUD Jayapura sudah sangat amburadul dan memprihatinkan.

Berikut kutipan pesan elektronik dr Gracia yang viral:

1. Kamar Operasi telah tutup sejak tgl 15 Agustus 2018. Semua operasi yg cito dan direncanakan terpaksa ditolak akibat kassa steril dan bahan habis pakai sudah tidak ada di RS.

Bagaimana kami mau melakukan tindakan? Dana Alkes dari APBD tdk tahu apa sdh turun apa belum.

2. Obat sudah banyak yg tidak ada sehingga dokter bingung mau beri obat apa. PBF sdh tdk mau membantu, karena utang belum dibayarkan sampai saat ini.

3. Jasa Medis sejak Januari 2018, jasa KPS sejak Maret 2018 dan BPJS sejak Februari 2018 belum dibayarkan. Membuat kami bertanya2 apa yg menyebabkan ini semua terjadi.

4. Jasa dokter jaga UGD jg sampai saat ini blm dibayarkan. Kasihan mereka jg. Kalau mereka mogok lagi. Maka RS akan lumpuh.

5. Laboratorium, reagen banyak yg habis pasien terpaksa kami suruh periksa di lab luar. Rupanya pak Plt Dir sdh tanda tangan SPM tp dari pihak managemen yg terkait yg menahan. Bahkan bendahara lama yg memegang brankas telah lari dan plt Dir rencana melaporkan ke polisi.

Saya kasihan mulai Plt Dir. Nampaknya kesulitan menghadapi managemen, karena kebetulan beliau bukan orang dalam RS. Pasien, kami petugas kesehatan jg menjadi korban.

Saran:

1. Bapak Pj Gubernur Papua ambil tindakan segera untuk menyelamatkan RSUD Dok 2

2. Bila tidak kami tidak tahu bsk hari Senin tgl 20 agustus apa yg akan terjadi. Krn semua sdh tdk ada, padahal RS ini adalah RS Rujukan.

Mungkin Bapak bisa membantu kami, Rumah sakit DOK-2 DALAM KEADAAN DARURAT !!!

Sementara itu, ketika dimintai keterangan terkait laporan yang viral via pesan eletronik tersebut Plt Direktur RSUD Dok 2 Jayapura hingga saat ini masih bungkam dan belum memberikan keterangan pasti terkait kondisi yang dialami RSUD Dok 2 Jayapura tersebut.