Mengenal Yogotak Hubuluk Mutuk Hanorogo Dan Motto Lainnya Di Papua

704
(foto:dok Tempo)

HarianPapua.com – Selain memiliki kekayaan alam yang mempesona, Papua juga kaya akan budaya dan bahasa di setiap daerahnya. Ada lebih dari 300 bahasa yang tersebar dari penjuru Sorong hingga Merauke di ujung timur.

Jumlah tersebut bukan berarti Papua memiliki 300 kabupaten, namun memang di setiap masing-masing kampung dari suatu daerah terdapat perbedaan bahasa dengan kampung di “sebelahnya”. Perbedaan ini pun cukup relatif, ada beberapa pengucapan yang sedikit mirip, meski tetap terhitung berbeda, hingga perbedaan bahasa yang tidak memiliki kemiripan sama skali.

Ada beberapa pemerintah daerah di Papua yang memanfaatkan bahasa daerah untuk menuliskan motto mereka. Selain menunjukan harapan dan cita-cita lewat motto tersebut, penggunaan bahasa daerah juga bisa menjadi identitas daerah yang membedakan satu daerah dengan daerah lainnya.

Berikut lima motto daerah di Papua yang dituliskan dengan bahasa daerah sendiri :

Yogotak Hubuluk Mutuk Hanorogo

Ini merupakan motto dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Yogotak Hubuluk Mutuk Hanorogo memiliki arti Hari Esok Harus Lebih Baik Dari Hari Ini. Sederhana memang, namun motto ini cukup mewakili kehidupan di Kabupaten Jayawijaya secara umum wilayah pegunungan Papua yang ingin terus berkembang dari waktu ke waktu, entah itu di bidang pendidikan, kesehatan, atau berkembang secara sumber daya manusianya.

Izakod Bekai Izakod Kai

Motto berikutnya datang dari Merauke, Izakod Bekai Izakod Kai. Arti dari empat kata ini adalah Satu Hati Satu Tujuan. Sewaktu masa penjajahan, para tentara Belanda menelusuri Sungai Maro hingga akhirnya bertemu Suku Marind (suku asli Merauke). Suku Marind lalu menjelaskan nama Sungai Maro ke tentara Belanda dengan sebutan Maro-Ka-Ahe (ini sungai maro) yang akhirnya menjadi nama Merauke saat ini.

Untuk mengenang peristiwa datangnya bangsa asing yang turut membangun Merauke kala itu, dibangun sebuah tugu yang di atasnya terdapat replika Suku Marind bersama seorang pendatang sedang bersama-sama memegang sebuah hati, sebagai gambaran Satu Hati Satu Tujuan.

Khena Mbay Umbay

Penggunaan bahasa daerah dalam menuliskan motto juga dipakai Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan slogan Khena Mbay Umbay, yang memiliki arti Satu Utuh Ceria Berkarya Meraih Kejayaan. Pemkab Jayapura terus menekankan kepada semua instansi-instansi di bawahnya agar selalu bersatu untuk membangun kabupaten yang beribukota di Sentani itu.

Saat ini pembangunan di Sentani sudah sangat pesat dan terus dilirik para investor seperti pembangunan hotel berbintang hingga pembukaan pusat perbelanjaan. Perekonomian masyarakat juga terus meningkat dari waktu ke waktu, yang mungkin merupakan bagian dari Khena Mbay Umbay milik Pemkab Jayapura.

Eme Neme Yauware

Bergeser sedikit ke Barat, tepatnya di Kabupaten Mimika. Kabupaten ini memiliki motto Eme Neme Yauware yang berarti Bersama, Bersaudara Kita Membangun. Kabupaten Mimika didiami banyak suku dengan sejarah panjang perang antar kampung yang menewaskan banyak jiwa.

Untuk itu di awal tahun 2000-an dikampanyekan motto Eme Neme Yauware yang ingin menjelaskan kepada warga semua kampung di Mimika bahwa mereka adalah saudara, dan harus bersama-sama membangun Kabupaten Mimika.

Hen Tehaci Yo Onomi T’mar Ni Hanased

Motto terakhir datang dari Kota Jayapura dengan sebutan Hen Tehaci Yo Onomi T’mar Ni Hanased atau dalam bahasa Indonesia-nya adalah Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan. Motto ini belum lama digunakan karena baru ada pada pertengahan tahun 2013 lalu.

Menurut Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano (BTM), selaku penggagas motto tersebut, Hen Tehaci Yo Onomi T’mar Ni Hanased diambil dari penggabungan bahasa beberapa kampung di Port Numbay (Jayapura). BTM yang merupakan putra asli Port Numbay menjelaskan dirinya ingin mengangkat kearifan lokal ke dalam pemerintahan Kota Jayapura yang tidak pernah ada di pemerintahan-pemerintahan sebelumnya