Si ‘Manis’ Dari Fak-Fak

133
Manisan Pala

HarianPapua.com – Tak mau ketinggalan dengan beberapa kota lain di Pulau Papua yang memiliki kuliner unik dan jajanan khas, Kota Fakfak di Papua Barat juga memiliki ikonnya sendiri yang mungkin sudah tidak terlalu asing bagi masyarakat Papua, manisan pala.

Jika pergi ke Fakfak, jangan lupa membeli pala, begitu kata orang-orang. Makanan ringan berbahan dasar buah pala ini dalam kenyataannya sudah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan perekonomian masyarakat di Fakfak.

Sesuatu yang bisa dimaklumi karena pala tak hanya banyak di daerah tersebut, tapi sudah menjadi tumbuhan yang mendominasi disana. Data yang dicatat HarianPapua.com, hampir 80 persen kawasan Fakfak ditumbuhi dengan pohon pala, atau yang memiliki nama latin Myristica fragrans houtt.

Jika waktu mau ditarik mundur ke belakang, atau tepatnya di tahun 80-an, pala di Fakfak penggunaannya hanya terbatas pada pembuatan minyak pala dengan menggunakan biji dari buah pala itu sendiri.

Namun kini setelah banyak yang sadar akan manfaat lain dari buah pala, sejumlah petani pala di Fakfak lalu memanfaatkan daging buah pala untuk dijadikan jajanan khas berupa manisan pala.

Proses pengolahan manisan pala mulai dari buah pala mentah hingga berbentuk manisan bagi masyarakat Fakfak dilakukan dengan berbagai macam cara. Namun kebanyakan masyarakat disana masih menggunakan cara-cara tradisional dengan menjemur buah pala hingga kering tanpa menggunakan campuran bahan pengawet.

Hasil akhir yang didapat pun cukup baik karena manisan akan terasa khas dimulut saat kita memakannya. Rasa manis ditambah aroma asli buah pala masih sangat tercium tercium.

Manisan pala dibagi ke dalam dua bentuk yaitu manisan pala basah dan manisan pala kering. Selain rasanya yang enak manisan ini juga dapat menambah nafsu makan dan sebagai pelancar pencernaan tubuh.

So, kalau sempat berlibur ke Fakfak, sudah pasti oleh-oleh yang satu ini jangan ketinggalan, ya.