Menikmati Cantiknya Pulau Nau di Waropen

133
Pulau Nau di Kabupaten Waropen

HarianPapua.com – Ada anggapan bahwa pergi ke Waropen belum lengkap rasanya jika tak mengunjungi Pulau Nau, sebuah pulau di lepas pantai ke arah barat dari kabupaten yang merupakan pecahan Kabupaten Yapen Waropen itu.

Pulau Nau memang sempat diperebutkan Kabupaten Yapen dan Kabupaten Waropen sejak keduanya berpisah di sekitar tahun 2003 lalu, namun akhirnya pulau cantik ini menjadi milik Kabupaten Waropen.

Dengan kekayaan alam bawah laut yang luar biasa, lokasi wisata Pulau Nau masih termasuk daerah yang alami dan belum terlalu banyak dikunjungi keramaian. Meski sebenarnya di pulau itu sendiri ada berdiam masyarakat asli setempat.

Jika Papua diibaratkan Surga Kecil yang jatuh ke Bumi, mungkin Pulau Nau satu dari sejumlah kepingan surga itu, indah dan mempesona.

Beberapa keunggulan Pulau Nau yaitu seluruh garis pantainya dianugerahi pasir putih, biota laut seperti terumbu karang yang masih sangat alami dan tempat yang strategis untuk melakukan aktivitas bawah laut mulai dari snorkling hingga menyelam.

Jika sedang beruntung, pengunjung Pulau Nau berkesempatan melihat ikan lumba-lumba yang kerap berenang hingga ke dekat bibir-bibir pantai.

Keberadaan Pulau Yapen dan Biak di utara pulau membuat ombak di sepanjang garis pantai Pulau Nau tidak begitu besar sehingga juga memungkinkan untuk berenang di sana bagi para wisatawan.

Di pulau ini juga terdapat wisata rohani Patung Tuhan Yesus setinggi kurang lebih 25 meter yang berdiri megah. Banyak pengunjung selalu menyempatkan diri untuk berpose bersama di sekitaran patung tersebut ketika sedang berada di Pulau Nau. Untuk wisata rohani ini, pengunjung hanya dikenakan biaya sukarela yang diberikan kepada pengelola wisata tersebut.

Sedangkan untuk mencapai Pulau Nau sendiri, satu-satunya akses transportasi kesana hanya menggunakan jalur laut dari Waropen dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam, tergantung jenis perahu motor yang digunakan.

Meski begitu, pulau ini juga dapat ditempuh dari Serui (ibukota Kabupaten Yapen) menggunakan cara yang sama, hanya saja akan memakan waktu yang lebih lama karena jarak dari Serui ke Pulau Nau lumayan jauh.